Shawarma adalah salah satu kuliner khas Timur Tengah yang kini mendunia dan di gemari oleh berbagai kalangan. Hidangan ini biasanya terdiri dari daging yang di panggang secara perlahan di atas alat pemanggang vertikal, kemudian di iris tipis dan di sajikan dengan roti pipih, sayuran segar, serta aneka saus.
Popularitas shawarma tidak hanya terbatas di negara asalnya, melainkan juga sudah merambah ke berbagai benua. Di Indonesia, hidangan ini mulai banyak di temui di gerai kuliner modern hingga jajanan kaki lima dengan cita rasa yang sudah di sesuaikan.
Menariknya, shawarma sering kali di anggap sebagai makanan praktis yang cocok di santap kapan saja. Dengan bentuk yang ringkas, hidangan ini mudah dibawa dan dinikmati sambil beraktivitas. Tidak heran bila shawarma kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban yang menyukai makanan cepat saji tetapi tetap kaya rasa.
Sejarah Panjang Shawarma
Shawarma berasal dari kawasan Timur Tengah, khususnya wilayah Levant yang meliputi negara-negara seperti Lebanon, Suriah, hingga Turki. Hidangan ini mulai di kenal luas sejak abad ke-19, ketika teknik memanggang daging dengan pemanggang vertikal mulai populer di kawasan tersebut. Kata “shawarma” berasal dari bahasa Turki “çevirme” yang berarti “memutar” atau “membalik”.
Di Indonesia, popularitas shawarma tidak bisa dilepaskan dari meningkatnya tren kuliner internasional. Sama halnya dengan momo, kuliner khas Himalaya yang berbeda dari dumpling pada umumnya. Meski sekilas mirip, shawarma memiliki karakteristik tersendiri yang membuatnya unik dan berbeda dari kebab.
Resep Shawarma yang Praktis

Bagi pecinta kuliner yang ingin mencoba membuat shawarma sendiri, resep sederhana bisa dijadikan pilihan. Berikut resep shawarma praktis:
Bahan-bahan:
- 500 gram daging ayam atau sapi, iris tipis
- 3 siung bawang putih, haluskan
- 2 sdm yoghurt plain
- 1 sdt jintan bubuk
- 1 sdt ketumbar bubuk
- 1 sdt paprika bubuk
- 1 sdm minyak zaitun
- Garam dan lada secukupnya
- Roti pita atau tortilla secukupnya
- Sayuran segar (tomat, timun, selada)
- Saus bawang putih atau tahini
Langkah-langkah:
- Campurkan daging dengan bawang putih, yoghurt, minyak zaitun, dan semua bumbu. Aduk rata hingga bumbu meresap.
- Diamkan daging dalam lemari es selama 1–2 jam untuk proses marinasi.
- Panaskan wajan atau grill, lalu masak daging hingga matang merata dan harum.
- Siapkan roti pita atau tortilla, isi dengan daging, sayuran segar, dan siram dengan saus bawang putih atau tahini.
- Gulung rapat, lalu sajikan hangat.
Resep ini bisa disesuaikan dengan bahan lokal yang mudah ditemukan. Dengan sedikit kreativitas, shawarma buatan rumah tetap bisa menghadirkan sensasi kuliner Timur Tengah yang autentik dan lezat.
Ciri Khas Shawarma
Salah satu ciri khas shawarma adalah penggunaan rempah yang kaya dan beragam. Daging yang di gunakan tidak sekadar di panggang, tetapi juga di proses dengan bumbu marinasi yang kuat sehingga menghasilkan rasa gurih, asam, dan sedikit pedas. Proses pemanggangan dengan metode berputar juga menjadikan daging lebih empuk dengan aroma smokey yang menggoda.
Selain itu, shawarma selalu di sajikan bersama sayuran segar yang memberikan keseimbangan rasa. Kehadiran saus khas, baik berbasis yoghurt maupun bawang putih, semakin memperkaya cita rasa dan menjadikannya berbeda dari makanan cepat saji pada umumnya.
Perbedaan Shawarma dan Kebab

Meski sering di samakan, shawarma dan kebab sebenarnya memiliki perbedaan yang cukup jelas. Shawarma umumnya menggunakan daging yang di panggang secara vertikal lalu di iris tipis, sementara kebab memiliki banyak variasi mulai dari sate tusuk hingga daging cincang yang di panggang. Dari segi rasa, shawarma lebih kaya akan rempah dan cenderung memiliki tekstur daging yang lebih lembut.
Bagi pecinta kuliner, memahami perbedaan ini tentu menambah pengalaman saat mencicipinya. Shawarma dan kebab juga memiliki karakteristik yang membedakan. Dengan begitu, setiap hidangan tetap punya keunikan yang layak untuk diapresiasi.
Penutup
Shawarma adalah bukti nyata bagaimana kuliner bisa melintasi batas geografis dan budaya. Berawal dari Timur Tengah, hidangan ini kini menjadi salah satu makanan favorit di berbagai negara, termasuk Indonesia. Cita rasanya yang khas, penyajian yang praktis, serta sejarah panjangnya menjadikan shawarma sebagai kuliner yang layak di kenal lebih dekat.
