Literasi adalah hal yang sering dianggap sepele, padahal sejatinya ia merupakan fondasi penting dalam kehidupan. Kecakapan literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup. Dari pemahaman inilah lahir Klub Literasi Cilacap pada tahun 2022, digagas oleh Meitri Kumalasari .
Meitri menyadari bahwa minat baca di masyarakat masih rendah. Namun, alih-alih melihatnya sebagai hambatan, ia justru menganggapnya sebagai alasan untuk bergerak. “Saya yakin literasi itu fondasi. Kalau seseorang punya literasi yang bagus, dia bisa lebih siap menghadapi tantangan hidup,” ungkap Meitri saat bercerita tentang awal mula komunitas ini terbentuk.
Awal Berdiri di Masa Pandemi
Lahirnya Klub Literasi Cilacap tidak lepas dari situasi pandemi yang melanda dunia. Kala itu, hampir semua kegiatan dilakukan secara daring. Anak-anak sekolah belajar dari rumah, guru mengajar lewat layar, dan interaksi langsung sangat terbatas. Kondisi ini menimbulkan banyak keluhan, terutama dari orang tua yang merasa pembelajaran anak-anak mereka kurang maksimal.
Melihat fenomena itu, Meitri merasa perlu ada ruang alternatif untuk menghidupkan kembali semangat belajar di luar metode daring. Literasi menjadi jawabannya. Ia memulai dari hal sederhana, yaitu mengajak orang-orang di sekitarnya untuk membaca bersama. Dari kegiatan kecil itulah, lahir pertemuan rutin yang kemudian berkembang menjadi Klub Literasi Cilacap.
“Awalnya dari baca bareng,” kenangnya. “Kita coba kumpul, diskusi, lalu terbentuklah kegiatan rutin. Dari situ akhirnya berkembang menjadi sebuah komunitas.”
Literasi Sebagai Jalan Hidup
Bagi Mitri, literasi lebih dari sekadar membaca buku. Literasi adalah kemampuan dasar yang bisa menentukan bagaimana seseorang menjalani hidup. Dengan literasi yang baik, seseorang bisa lebih mudah memahami persoalan, menemukan solusi, hingga mengambil keputusan yang tepat.
Oleh karena itu, Meitri yakin membangun budaya literasi adalah investasi jangka panjang. Ia percaya bahwa ketika masyarakat terbiasa membaca, menulis, dan berdiskusi, mereka akan memiliki wawasan yang lebih luas serta lebih siap menghadapi perubahan zaman.
Melalui Klub Literasi Cilacap, Meitri berusaha menghadirkan ruang yang ramah untuk semua orang. Tidak ada batasan usia maupun latar belakang. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar bersama, saling berbagi, dan tumbuh lewat literasi.
Tantangan yang Dihadapi
Meski niatnya baik, perjalanan membangun komunitas literasi tentu tidak selalu mudah. Salah satu tantangan yang dirasakan adalah anggapan sebagian orang bahwa literasi kurang menarik. Di tengah gempuran gawai dan hiburan digital, mengajak orang untuk duduk membaca buku memang bukan perkara sederhana.
Namun, tantangan itu justru menjadi motivasi bagi Meitri dan kawan-kawan untuk terus berkreasi. Mereka mencari cara agar kegiatan literasi bisa dikemas lebih menyenangkan. Diskusi buku dibuat interaktif, sesi baca bersama diselingi dengan obrolan ringan, dan kegiatan menulis diarahkan pada pengalaman sehari-hari agar lebih relevan.
Harapan ke Depan
Keberadaan Klub Literasi Cilacap bukan hanya soal membaca, tetapi juga tentang menciptakan ruang bersama untuk tumbuh. Meitri berharap semakin banyak orang yang tertarik untuk bergabung, baik sebagai pembaca, penulis, maupun sekadar penikmat diskusi.
Ia ingin klub ini menjadi wadah terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar. Tidak harus serius dengan target tertentu, yang penting ada kesadaran bahwa literasi membawa manfaat nyata. Dari sana, diharapkan masyarakat Cilacap khususnya, dan generasi muda pada umumnya, bisa menjadikan literasi sebagai bagian dari gaya hidup.
