Ayam Taliwang memang punya cara tersendiri untuk bikin siapa pun jatuh cinta sejak suapan pertama. Bumbu pedasnya yang meresap sampai ke dalam daging membuat hidangan ini terasa makin nendang. Meski tampilannya sederhana, cita rasanya sama sekali nggak main-main.
Perpaduan rasa gurih, pedas, dan aroma bakaran yang khas menjadikan Ayam Taliwang cocok di nikmati kapan saja. Mau makan siang, malam, atau jadi menu spesial keluarga semuanya pas. Nggak heran kalau hidangan ini makin populer di berbagai daerah.
Kenapa Ayam Taliwang Jadi Favorit Banyak Orang?

Ayam Taliwang di gemari karena rasanya benar-benar kuat dan meresap. Bumbunya terdiri dari rempah-rempah segar yang langsung memberi sensasi pedas nikmat sejak gigitan pertama. Bagi pencinta kuliner pedas, menu ini otomatis naik kelas jadi favorit.
Selain itu, proses pembakarannya membuat daging ayam jadi lebih harum. Aromanya saja sudah cukup bikin perut keroncongan. Tekstur daging ayam pun tetap juicy meski di bakar, jadi nggak akan terasa kering. Kalau kamu suka kuliner berkuah yang sama-sama kaya rempah, kamu bisa cek artikel Sup Konro Makassar.
Tak hanya rasanya yang kuat, Ayam Taliwang juga mudah di sajikan dengan berbagai lauk pendamping seperti plecing kangkung, sambal tomat, atau kacang goreng. Makin lengkap, makin enak.
Ciri Khas Rasa yang Bikin Nagih

Ayam Taliwang punya ciri khas pedas yang dalam. Namun pedasnya bukan tipe yang cuma menyengat, melainkan pedas gurih yang berpadu dengan cita rasa bawang, kemiri, dan terasi. Perpaduan ini membuat setiap bumbu terasa menyatu sempurna.
Selain pedas, sensasi smokey dari proses pembakaran juga menambah kenikmatan. Aromanya terasa mengundang bahkan sebelum hidangan di sajikan. Untuk yang suka rasa autentik Nusantara, menu ini jelas wajib di coba.
Tak hanya itu, beragam sambal pendamping bisa memperkaya rasa ayam bakar ini. Mau sambal yang lebih pedas atau sedikit manis, semuanya cocok bersanding dengan Ayam Taliwang.
Baca juga Sensasi Nasi Timbel Gurih, dan Cita Rasa Tradisi Sunda
Bahan dan Cara Membuat Ayam Taliwang
Bahan-Bahan
- 1 ekor ayam kampung muda, belah tapi jangan putus
- 5 siung bawang putih
- 7 siung bawang merah
- 6 buah cabai merah besar
- 10 cabai rawit (sesuaikan selera)
- 3 butir kemiri
- 1 sdt terasi
- 1 sdt garam
- 1 sdt gula
- 1 sdt kaldu bubuk
- 3 sdm minyak untuk menumis
- 150 ml santan
- 1 sdm air jeruk limau
Cara Membuat
- Haluskan semua bumbu, lalu tumis sampai harum dan matang.
- Masukkan santan, garam, gula, dan kaldu bubuk. Masak sampai bumbu mengental.
- Lumuri ayam dengan bumbu hingga seluruh permukaan tertutup. Diamkan minimal 30 menit.
- Bakar ayam sambil olesi sisa bumbu sampai warnanya merah kecokelatan.
- Sajikan dengan jeruk limau, plecing kangkung, dan sambal favoritmu.
Penyajian Ayam Taliwang yang Bikin Selera Naik
Ayam Taliwang paling enak di sajikan panas-panas. Saat dagingnya masih juicy dan bumbunya harum, sensasi makan jadi jauh lebih nikmat. Kamu bisa menambahkan lalapan segar agar rasanya makin seimbang.
Penyajian dengan daun pisang juga membuat aromanya makin kuat. Selain cantik secara visual, penyajian seperti ini juga bikin cita rasa ayam terasa lebih tradisional. Cocok kalau kamu ingin memanjakan tamu atau keluarga di rumah.
Kalau ingin sensasi lebih pedas, tambahkan sambal tomat atau sambal terasi. Porsinya pun bisa di sesuaikan dengan selera pedasmu. Kalau kamu penggemar olahan ikan yang kaya rempah, coba juga Ikan Kuah Kuning.
Tips agar Ayam Taliwang Makin Juicy
Agar daging ayam tetap lembut, gunakan ayam kampung muda karena teksturnya lebih empuk. Saat membakar, gunakan api kecil agar bumbu tidak cepat gosong. Olesi ayam beberapa kali dengan sisa bumbu supaya rasa makin meresap.
Selain itu, rendam ayam dengan perasan jeruk limau sebelum di bumbui. Cara ini membuat aroma ayam lebih segar dan tidak amis. Kamu juga bisa memasak ayam setengah matang dulu sebelum di bakar agar proses pembakaran lebih cepat dan tidak mengeringkan daging.
Dengan tips ini, Ayam Taliwang buatanmu di jamin makin lezat dan terasa profesional.
Baca juga Sate Maranggi Gurih, Pedas, dan Selalu Bikin Nagih
