Perubahan dunia digital sekarang makin terasa nyata. Gaya hidup dan cara berbisnis makin geser ke online. Lembaga Ta’lif WAN NASYR PCNU Cilacap bikin gebrakan lewat pelatihan digital marketing pada tanggal 27 Juli 2025 di Aula Gedung Pusdiklat Cilacap. Acara ini diikuti banyak peserta dari berbagai latar belakang yang pengin belajar dan terinspirasi gimana caranya memanfaatkan digital marketing dengan baik.
Pelatihan ini bukan cuma soal teknik digital marketing aja, tapi juga jadi momen menyuntikkan semangat baru supaya dakwah dan ekonomi umat makin terdigitalisasi. Mereka punya visi besar yaitu menumbuhkan satu juta kawan online yang siap menyebarkan konten positif dan berkualitas.
Materi pelatihan disampaikan oleh Bapak Victor Samuel, praktisi digital marketing berpengalaman. Beliau membahas strategi branding, mindset digital, dan tips bikin konten yang langsung nendang ke target pasar. Yuk kita bahas satu-satu supaya kamu makin paham.
Mindset digital itu pondasi yang wajib dimiliki
Sebelum belajar alat atau teknik, Victor Samuel tekankan pentingnya mindset digital. Dunia digital itu cepat banget berubah. Kalau kamu nggak siap belajar hal baru, ya siap-siap ketinggalan.
Ada lima mindset utama yang wajib kamu kuasai kalau pengin sukses di digital marketing. Pertama, gunakan data untuk ambil keputusan. Kedua, pahami platform digital yang kamu gunakan. Ketiga, kenali siapa target pasarmu. Keempat, bentuk pola pikir untuk membangun bisnis. Terakhir, siap terus belajar hal baru.
Mindset ini penting supaya kamu bisa bertahan di persaingan yang makin sengit. Digital marketing bukan cuma soal teknologi, tapi juga kreativitas dan kemampuan beradaptasi. Tanpa mindset yang tepat, semua strategi bisa mentok.
Digital marketing bukan pilihan tapi kebutuhan di era sekarang

Kenapa kamu harus belajar digital marketing? Jawabannya sederhana karena dunia sudah berubah. Cara jualan konvensional sekarang udah nggak efektif lagi. Dengan digital marketing, kamu bisa jualan tanpa batas waktu dan tempat.
Platform seperti media sosial, marketplace, dan website jadi alat yang powerful untuk branding dan transaksi. Digital marketing juga bisa dipakai untuk dakwah dan melawan penyebaran hoax yang makin marak.
Salah satu tujuan pelatihan ini supaya peserta bisa pakai digital marketing untuk menyebarkan nilai kebaikan dan konten berkualitas. Jadi belajar digital marketing bukan cuma soal cari untung tapi juga kontribusi positif untuk masyarakat.
Peran jurnalis dan konten berkualitas itu kunci utama
Peran jurnalis sekarang makin penting. Konten yang berkualitas dan informatif bisa bangun citra positif lembaga atau brand. Dalam pelatihan ini, pemateri mengajak peserta belajar cara membuat narasi kuat dan konsisten supaya pesan tersampaikan dengan baik.
Salah satu peserta bertanya soal branding dakwah, dan pemateri menjawab dengan jelas. Lembaga perlu punya website sebagai pusat informasi. Nama domain, akun medsos, dan elemen branding lain harus menggunakan satu nama supaya brand mudah dikenali.
Warna branding juga harus konsisten. Misalnya brand pakai warna hijau, jangan tiba-tiba posting dominan merah karena itu bisa bikin bingung audiens. Konten video pendek seperti short dan reel juga sangat efektif untuk menjangkau target yang lebih luas.
Menghadapi rasa takut dan tantangan di lapangan

Juris Muibuloh sebagai peserta menyampaikan kekhawatirannya soal warga NU yang punya banyak kegiatan tapi takut konten mereka nggak ditonton atau harga produk nggak kompetitif.
Pemateri bilang digital marketing nggak punya batas waktu. Kamu bisa buat konten saat waktu luang misalnya 2 sampai 5 jam saat libur. Kuncinya adalah konsistensi. Konsisten bikin konten, evaluasi, dan belajar terus supaya bisa nemu target yang tepat.
Tambah value produk dengan cerita unik atau manfaat tambahan supaya menarik. Jangan jalan sendiri, gabung komunitas, ngobrol, dan saling support supaya lebih kuat.
Website itu pondasi digital yang kuat dan tahan banting
Bagas nanya apakah website lebih penting dibanding marketplace dan medsos karena biaya pembuatan web cukup mahal.
Jawabannya website itu aset jangka panjang. Saat platform lain lagi gangguan atau sepi, website kamu tetap bisa diakses dan orang bisa nemuin produkmu. Konsistensi nama brand di semua platform juga bikin lebih mudah dikenali.
Kalau modal terbatas bisa mulai dari web gratisan tapi kalau serius dan mau tahan lama di dunia digital, web berbayar jauh lebih bagus. Medsos dan marketplace tetap bisa jadi alat bantu tapi pusat dari semua aktivitas digital adalah website.
Kalau kamu penasaran soal contoh pengembangan media edukatif yang sukses, coba baca artikel tentang Jatim Park Batu Malang sebagai wisata edukasi yang juga pakai strategi digital.
Jasa dakwah juga bisa dipasarkan dengan digital marketing
Yuri atau Wurih sebagai peserta bingung gimana caranya memasarkan jasa dakwah yang sifatnya berbeda dengan produk fisik.
Pemateri bilang jasa pun bisa kamu pasarkan dengan storytelling yang menarik. Kamu harus kenalkan nilai dakwah yang kamu bawa, jelaskan manfaatnya, dan tunjukkan alasan orang harus memilih kamu.
Langkah pertama bikin website company profile. Kalau ada yang jual produk aneh aja bisa bikin web, masa dakwah nggak? Medsos cukup buat barang biasa tapi website penting buat nilai tambah dan masa depan jangka panjang.
Sambil belajar dari kisah inspiratif BJ Habibie tentang pentingnya inovasi dan adaptasi yang cepat. Semangat ini cocok banget buat kamu yang mau serius di digital marketing.
Kolaborasi dan kontribusi untuk gerakan yang lebih besar
Hayaturohman menegaskan pentingnya masing-masing lembaga melaporkan kegiatan mereka ke website NU Cilacap Online. Ini bikin semua bergerak bareng, saling support, dan saling promosi.
Ekosistem digital yang sehat dan produktif bakal tercipta kalau semua aktif dan nggak jalan sendiri-sendiri.
Pak Muhtarom sebagai peserta juga kasih testimoni positif. Dia bilang pelatihan ini sangat inspiratif dan bikin semangat baru. Ibu dari PC Muslimat juga ngasih kata-kata yang menyentuh hati semua peserta.
Kesimpulan
Pelatihan digital marketing Lembaga Ta’lif WAN NASYR PCNU Cilacap bukan sekadar acara biasa. Ini adalah langkah awal transformasi dakwah dan ekonomi warga NU supaya makin relevan dengan era digital.
Dengan mindset yang tepat, strategi branding, dan pemanfaatan platform digital, peserta punya bekal kuat buat bergerak dan berinovasi.
Gerakan satu juta kawan online bisa jadi kenyataan kalau kamu mulai dari diri sendiri, konsisten bikin konten positif, dan terus belajar. Dunia digital butuh banyak wajah yang membawa energi baik, dan kamu bisa jadi salah satunya.
