Kalau kamu pernah mampir ke Palembang atau sekadar lewat warung pempek langganan, pasti nggak asing dengan tekwan yang kuahnya bening segar dan aromanya bikin perut langsung keroncongan. Hidangan ini memang sering kalah pamor dari pempek, padahal rasanya nggak kalah istimewa dan punya cerita panjang yang menarik untuk kamu telusuri. Dalam semangkuk tekwan, kamu bisa menemukan perpaduan ikan, soun, jamur, dan kuah kaldu yang ringan tapi kaya rasa.
Banyak orang menikmati tekwan saat cuaca lagi dingin atau badan terasa kurang fit karena kuahnya yang hangat memberi efek menenangkan. Namun sebenarnya, hidangan ini cocok kamu santap kapan saja, baik siang maupun malam. Selain itu, proses pembuatannya juga cukup sederhana kalau kamu sudah paham teknik dasarnya.
Di balik tampilannya yang sederhana, tekwan menyimpan filosofi kebersamaan. Satu panci besar biasanya disiapkan untuk dinikmati ramai ramai bersama keluarga. Dari dapur tradisional sampai restoran modern, sajian ini tetap bertahan sebagai salah satu ikon kuliner Sumatera Selatan.
Asal Usul dan Cerita di Baliknya
Tekwan berasal dari Palembang dan berkembang di lingkungan masyarakat Tionghoa Peranakan yang sudah lama menetap di wilayah tersebut. Nama tekwan diyakini berasal dari dialek Hokkien yang berarti bakso ikan. Seiring waktu, resepnya menyesuaikan dengan selera lokal dan bahan yang tersedia di sekitar Sungai Musi.
Ikan tenggiri sering dipilih sebagai bahan utama karena teksturnya kenyal dan rasanya gurih alami. Kamu juga bisa menemukan variasi yang menggunakan ikan gabus atau ikan belida, tergantung ketersediaan dan preferensi keluarga. Setiap rumah biasanya punya racikan sendiri yang membuat rasa kuahnya sedikit berbeda.
Fakta uniknya, ukuran tekwan cenderung kecil kecil dan tidak sebesar bakso pada umumnya. Bentuk mungil ini memudahkan kamu menikmati beberapa butir sekaligus dalam satu sendok. Tradisi membuatnya pun sering dilakukan bersama sama, sehingga momen memasak terasa hangat dan akrab.
Bahan dan Cara Membuat Tekwan

Kalau kamu ingin mencoba membuat tekwan sendiri di rumah, berikut bahan dan langkah yang bisa kamu ikuti.
Bahan bahan
- 500 gram daging ikan tenggiri halus
- 150 gram tepung sagu
- 2 siung bawang putih halus
- Garam dan gula secukupnya
- Soun rendam air hangat
- Jamur kuping iris tipis
- Bengkuang iris korek api
- Daun bawang iris halus
- Udang kecil untuk kaldu
Cara membuat
- Campur ikan, bawang putih, garam, dan gula lalu aduk sampai rata
- Masukkan tepung sagu sedikit demi sedikit sambil kamu uleni sampai adonan kalis
- Bentuk bulat kecil menggunakan sendok lalu rebus sampai mengapung
- Rebus udang untuk membuat kaldu lalu saring
- Masukkan jamur, bengkuang, dan soun ke dalam kaldu
- Tambahkan bola ikan dan masak sebentar sampai semua matang
- Sajikan dengan taburan daun bawang dan bawang goreng
Saat kamu membuat tekwan sendiri, kamu bisa menyesuaikan tingkat kekenyalan sesuai selera. Kalau ingin lebih lembut, kurangi sedikit tepung sagu. Sebaliknya, kalau ingin lebih kenyal, tambahkan sagu dengan takaran yang pas.
Cita Rasa yang Bikin Nagih
Hal yang membuat tekwan berbeda dari hidangan berkuah lain adalah rasa kaldu yang ringan namun tetap gurih. Kuahnya tidak terlalu berminyak sehingga terasa segar di lidah. Kombinasi jamur kuping dan bengkuang memberi sensasi renyah yang menyenangkan saat kamu mengunyahnya.
Selain itu, tekwan biasanya disajikan bersama pelengkap seperti sambal dan perasan jeruk nipis. Perpaduan pedas dan asam ini membuat rasanya semakin kompleks. Kamu bisa mengatur sendiri seberapa pedas sesuai selera.
Fakta menarik lainnya, banyak orang percaya bahwa tekwan lebih nikmat jika disantap beberapa jam setelah dimasak karena bumbunya semakin meresap. Jadi kalau kamu punya sisa, jangan buru buru khawatir karena rasanya justru bisa makin mantap keesokan harinya.
Nilai Gizi dan Kesedaran Lingkungan

Karena berbahan dasar ikan, tekwan mengandung protein yang cukup tinggi dan rendah lemak jenuh. Ini membuatnya cocok untuk kamu yang ingin menjaga pola makan tetap seimbang. Ditambah sayuran seperti bengkuang dan jamur, kandungan seratnya juga membantu pencernaan tetap lancar.
Mengolah tekwan di rumah juga bisa menjadi langkah kecil menuju kesedaran lingkungan karena kamu dapat memilih bahan lokal yang lebih segar dan mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai. Dengan membeli ikan dari nelayan setempat, kamu ikut mendukung ekonomi lokal sekaligus mengurangi jejak distribusi panjang.
Selain itu, sisa tulang dan kepala ikan bisa kamu manfaatkan untuk kaldu sehingga hampir tidak ada bagian yang terbuang. Cara ini membuat proses memasak lebih efisien dan ramah lingkungan. Kebiasaan sederhana seperti ini memberi dampak positif kalau kamu lakukan secara konsisten.
Perkembangan dan Inovasi Modern
Saat ini, tekwan tidak hanya hadir dalam versi tradisional. Beberapa restoran menghadirkan variasi isi seperti tambahan udang cincang atau bahkan telur puyuh di dalam bola ikan. Inovasi ini membuat tampilannya lebih menarik tanpa menghilangkan ciri khas aslinya.
Ada juga yang menyajikan tekwan dalam kemasan beku sehingga kamu bisa menyimpannya lebih lama. Cara ini memudahkan kamu yang sibuk tapi tetap ingin menikmati hidangan khas Palembang di rumah. Meski begitu, banyak pecinta kuliner tetap memilih versi segar karena teksturnya lebih maksimal.
Menariknya lagi, tekwan sering muncul dalam acara keluarga besar dan perayaan tertentu. Hidangan ini menjadi simbol keramahan tuan rumah karena disajikan dalam porsi yang cukup banyak untuk dibagi bersama. Kamu pun bisa menjadikannya menu andalan saat berkumpul dengan orang tersayang.
Kesimpulan
Tekwan bukan sekadar makanan berkuah biasa karena di dalamnya tersimpan sejarah, tradisi, dan rasa kebersamaan yang kuat. Dari bahan sederhana seperti ikan dan sagu, kamu bisa menciptakan sajian hangat yang memanjakan lidah sekaligus menenangkan suasana hati.
Dengan memahami cara membuat dan memilih bahan yang tepat, kamu dapat menikmati tekwan versi terbaik buatan sendiri. Selain lebih hemat, kamu juga bisa menyesuaikan rasa sesuai selera keluarga di rumah.
Pada akhirnya, semangkuk tekwan mengajarkan bahwa kelezatan tidak selalu harus rumit atau mahal. Cukup dengan niat, bahan segar, dan sedikit sentuhan cinta, kamu sudah bisa menghadirkan hidangan khas yang penuh makna di meja makan.
